Minggu, 06 November 2016

MENJAGA HUBUNGAN JARAK JAUH



Masih hafal dengan sepenggal bait alfiyyah ibnu malik diatas? Lantas muncul pertanyaan, apa hubunganya bait diatas dengan menjaga hubungan jarak jauh? Nah menurut analisa penulis bait diatas sangat berkaitan erat dengan menjaga hubungan jarak jauh.
Bait-bait alfiyyah ibnu malik memang terkenal menggambarkan filosofi kehidupan nyata di masayarakat, baik  di pondok pesantren maupun dalam masyarakat luas tergantung seseorang mencocokanya, kalau orang yang gak ngeh, mungkin tidak akan nyambung dengan yang dimaksudkan dalam bait tersebut, pasalnya bait-bait dalam kitab alfiyyah

MOTIVASI SANTRI



Motivasi juga bisa membuat seseorang menjadi tenang dan terpacu untuk menjadi lebih baik. Kata motivasi hidup sangat bermanfaat ketika anda sedang terpuruk karena di dalam kata motivasi hidup banyak sekali penyemangat agar anda bangkit. Dengan kehiduapan yang baik dan layak pastinya setiap individu akan merasa pusa dan bangga, namun kembali lagi ke pribadi diri sendiri walaupun sudah sering kali mengikuti acara seminar motivasi maupun diberi motivasi oleh orang hebat jika keinginan tersebut tidak berasal dari diri sendiri maka hasilnya sama saja kosong.

Sabtu, 29 Oktober 2016

Spirit “Mondok” sebagai Strategi Tekan Radikalisme

Sulit terbantahkan kesimpulan yang menyebutkan bahwa institusi pesantren cukup besar kontribusinya dalam mewarnai perjalanan kehidupan beragama dan berbangsa di negeri ini. Pasalnya, lembaga yang ada cukup lama mengiringi perkembangan Islam di Indonesia telah memberikan nuansa cara pandang tertentu umat Islam dalam memahami agamanya di tengah kehidupan masyarakat yang majemuk, dan karakternya berbeda dengan masyarakat Arab sebagai tempat kelahiran Islam.

Untuk itu, mengabaikan peran kultur pesantren dalam kehidupan berbangsa dan beragama sama dengan melupakan sejarah. Lupa atas sejarahnya sendiri niscaya menjadi sebab seseorang akan kehilangan identitasnya. Akibatnya, seseorang akan lebih senang nilai-nilai lain yang beda, bahkan bertentangan dengan nilai-nilai kultural yang telah dititahkan oleh para pendiri bangsa, yakni titah yang mampu menciptakan harmoni antara nilai-nilai normatif Islam dengan visi kebangsaan seperti penerimaan atas Pancasila.

Bila dikaitkan dengan hal ini, maka masih maraknya pandangan dan sikap radikal dipastikan bagian dari usaha mengabaikan –bahkan melupakan—peran-peran pesantren yang cukup lama membumikan visi keislaman yang moderat dan toleran di negeri ini. Parahnya, kelompok-kelompok radikal ini dengan mudah belajar Islam dengan seenaknya dan dengan cara-cara yang serba instan. Padahal, untuk memahami ajaran Islam dari Al-Qur’an dan hadits seseorang harus memiliki ilmu kebahasaan yang kuat. 

Perangkat kebahasaan ini yang memungkinkan agar mereka yang hendak memahami bahasa agama tidak mengandalkan pada makna lahiriyah dengan bersumber dari terjemahan. Bahasa agama, misalnya Al-Qur’an, memiliki keunikan tersendiri, misalnya penuh dengan kiasan, majaz ataupun materi lain yang disebutkan dalam kajian stilistika Arab (Balagha). Mengandalkan pada makna lahiriyah menjadi sebab sempitnya cara pandang seseorang, bahkan memantik lahirnya radikalisme sebab yang berbeda selalu dipandang salah.

Gerakan 'Ayo Mondok' yang diinisiasi oleh tokoh-tokoh muda pesantren (baca: santri), harus didukung bersama. Gerakan ini tidak muncul tiba-tiba, melainkan didorong oleh kondisi sosial yang dihadapi bangsa saat ini. Misalnya, perilaku kelompok lain yang suka mengumbar paham dan tindakan radikal kepada umat cukup meresahkan masyarakat di berbagai tempat. Padahal, radikalisme sangat bertentangan dengan spirit luhur Islam sebagai agama penebar kerahmatan kepada penjuru dunia (rahmatan lil alamin).

Konsistensi Belajar 
Munculnya radikalisme salah satunya disebabkan pupusnya kemauan orang untuk terus belajar Islam dalam rangka memperbaiki keberislamannya. Kita sering menyaksikan, seseorang hanya belajar Islam beberapa tahun, bahkan beberapa bulan dari ustad tertentu atau dari “internet” sudah merasa hebat, alih-alih mengaku –termasuk dipromosikan menjadi-- ustad yang kerjaannya suka membid’ahkan atau mengkafirkan orang lain.

Dari sini, gerakan 'Ayo Mondok' menjadi penting untuk kembali mewujudkan tradisi kepesantrenan dalam soal memahami dan mempraktikkan Islam. Pertama, memahami Islam tidak bisa dilakukan dengan instan, butuh waktu yang lama. Tidak salah bila kiai-kiai sepuh pesantren selalu berpindah-pindah dari satu pesantren ke pesantren lainnya, hanya karena ingin mendalami kajian keislaman plus ngamrih keberkahan dari sang guru. Belum lagi, ketekunan mereka membaca beberapa literatur kitab kuning dari berbagai sumber dan pengarang yang berbeda.

Bisa dicontoh, bagaimana Syaikhona Kholil Bangkalan, Kiai Hasyim Asy’ari, Kiai Wahab Hasbullah dan kiai-kiai sepuh lainnya dikenal sebagai pencinta ilmu yang luar biasa. Pengembaraan mereka terhadap ilmu-ilmu keislaman melampaui batas daerahnya, yakni dari satu pesantren ke pesantren lain hingga di antara mereka tercatat sebagai salah satu santri Nusantara di Hijaz (Arab Saudi). Efek dari kecintaan ini melahirkan pemahaman keislaman para kiai ini luar biasa dan tidak melupakan lokalitas, bahkan cenderung memberikan kesejukan pada umat di satu sisi dan tegas dalam melawan penjajahan di sisi yang berbeda.

Kedua, soal praktik keagamaan. Sebagai konsekuensi atas kedalaman ilmu serta didukung oleh semangat belajar tiada henti menciptakan praktik keagamaan masyakat santri tidak hitam-putih, alih-alih menggunakan kekerasan. Dalam banyak kasus, untuk merubah kemungkaran tidak harus menggunakan kekerasan, melainkan masyarakat diberikan alternatif pilihan agar lepas dari kemungkaran dengan suka rela, bukan dipaksakan.

Prinsip ini dalam literatur Qawaid Fiqhiyyah dikenal dengan kaedah al-dharar la yu zalu bi aldharar (kemudharatan tidak bisa dihilangkan dengan hadirnya kemudharatan yang lain). Keluesan praktik keagamaan adalah hasil dari kombinasi pengetahuan pesantren yang selalu melihat dari ragam perspektif, bukan satu perpektif, yakni kombinasi fiqih sufistik. Kecenderungan satu perspektif, apalagi sudah sampai pada batas merasa benar, memastikan seseorang kurang bisa menerima perbedaan hingga praktisnya cenderung bertindak radikal dan mudah menyalahkan.

Oleh karenanya, gerakan 'Ayo Mondok' yang diinisiasi oleh kaum muda pesantren dan NU harus ditempatkan dalam kerangka besar tersebut, yaitu kerangka besar agar umat Islam tidak berhenti belajar sehingga praktik keberislamannya dalam keseharian mampu mewujudkan visi kerahmatan. Di samping, "Silatnas Gerakan Ayo 2016" yang akan berlangsung Mei mendatang, harus menjadi momentum bersama bagi kalangan santri untuk terus “melek” dan membuka diri merespon perkembangan terkini agar santri bisa berbuat lebih banyak dalam kerangka besar membangun peradaban dunia yang damai. Semoga. 

Penulis adalah Koordinator Akademik Pesantren Mahasiswa UINSA Surabaya, Aktivis Gerakan Pemuda Ansor Jawa Timur.
http://www.nu.or.id/post/read/67322/spirit-mondok-sebagai-strategi-tekan-radikalisme- 

Jumat, 13 Mei 2016

PROFIL PENGASUH PONDOK PESANTREN AL-LUQMANIYYAH

KH Najib Salimi
ABAH Najib Mamba’ul ‘Ulum adalah pengasuh pondok pesantren Al-Luqmaniyyah yang lahir pada tanggal 7 januari 1971, dari pasangan Romo KH Salimin dan Ibu Nyai Bunyanah. Semenjak kecil beliau telah dididik keras tentang agama oleh Romo KH. Salimi. Beliau mengenyam pendidikan formal hanya sampai SD, bahkan ijazahnya pun tidak diambil.
Setelah lulus SD Abah Najib Mamba’ul ‘Ulum berangkat nyantri ke Pondok Pesantren Asrama Perguruan Islam (API) Tegalrejo. Pada waktu itu Pondok Pesantren diasuh oleh Romo KH. Abdurrahman Chudori setelah wafatnya KH. Chudori yang merupakan pendiri Pondok Pesantren API Tegalrejo. Abah Najib Mamba’ul ‘Ulum Nyantri di Pondok Pesantren API Tegalrejo kurang lebih 15 tahun.
Semenjak nyantri di Tegalrejo beliau sudah gemar riyadloh (tirakat) diantaranya beliau mengamalkan puasa senin kamis, jama’ah, puasa daud, ngrowot dan lain sebagainya. Dan bahkan Abah Najib melaksanakan ngrowot sampai akhir hayat beliau. Beliau termasuk santri kinasih (kesayangan) Romo KH. Abdurrahman Chudori. Walaupun demikian beliau tidak lantas sekepenake dewe (seenaknya sendiri), beliau tetap tekun belajar dan mentaati peraturan-peratura Pondok Pesantrean yang berlaku.

Setelah boyong dari Pondok Pesantren API Tegalrejo, beliau mempersunting Ibu Nyai HJ. Siti Chamnah putri dari Romo KH. Chudlori Abdul Aziz Pengasuh Pondok Pesantren Al-Anwar Ngrukem Bantul Yogyakarta. Dari pernikahan tersebut beliau dikaruniai dua orang putra yang ganteng-ganteng dan seorang putri yang cantik dan imut. Putra pertama beliau diberi nama Gus Muhammad Abdullah Falah, Putra yang kedua diberinama Gus Muhammad Alwi Masduq dan seorang putrinya yang diberi nama Ning ‘Abdah Iqtada.

Abah Najib diberi amanah oleh ayahanda beliau yaitu Romo KH. Salimi untuk mengasuh sebuah Pondok Pesantren yang terletak ditengah kota Yogyakarta yaitu di Jl. Babaran Gg. Cemani 759 P/UH V Kalangan Umbulharjo 55161. Pondok Pesantren Itu diberi nama Al-Luqmaniyyah karena dinisbatkan pada muasisnya (pendiri) yang bernama Bpk H. Luqman Jamal Hasibuan. Bpk H. Luqman Jamal Hasibuan mendirikan Pondok Pesantren tersebut atas rasa sukur yang telah diberikan oleh Allah SWT, berupa kesembuhan dari penyakit yang diderita beliau melalui lantaran Romo KH. Salimi, karena telah berbagai macam pengobatan telah beliau lakukan  namun tidak kunjung sembuh. Bpk H. Luqman Jamal Hasibuan memasrahkan Pondok Pesantren tersebut kepada Romo KH. Salimi untuk menjadi pengasuh, namun karea beliau telah memiliki Pondok Pesantren sendiri yaitu Pondok Pesantren As-Salimiyyah yang terletak di Cambahan Mlangi Sleman Yogyakarta, maka beliau mengamanahkan Pondok Pesantren Al-Luqmaniyyah tersebut kepada Abah Najib Mamba’ul ‘Ulum untuk menjadi pengasuh. Pondok Pesantren Al-Luqmaniyyah diresmikan oleh Romo KH. Salimi pada tanggal 9 Februari 2000.

Dalam mengajar, beliau memilki metode yang berbeda disetiap tingkatan santrinya. Awalnya Basic Pondok Pesantre Al-Luqmaniyyah itu tentang fiqih tetapi ada kendala tentang mata pelajaran alat (nahwu), lalu akhirnya nahwu yang lebih ditekankan dan menjadi basic Pesantren sampi saat ini. Metode beliau yang dipakai setiap pelajaran berbeda-beda dari I’dadi sampai Tahtim. Metode yang digunakan dalam kelas alfiyah yaitu semua santri wajib belajar, presentasi ( bagi yang tidak presentasi juga wajib belajar karena akan ditunjk) dan runtut, sedangkan yang selain kelas alfiyah yaitu dengan diberi PR dan metodenya tidak runtut. Dapat diambil pelajaran bahwa beliau sangat memperhatikan proses belajar santri-santrinya.

Selain belajar, Abah Najib Juga mendidik para santri agar melakukan riyadloh (tirakat). Beliau menyuruh antri yang baru masuk pada saat sowan untuk tirakat seperti puasa senin kamis, membaca Al-Qur’an satu hari satu jus, ngrowot, ziarah, jama’ah dan lain sebagainya sesuai kemampuan para santri. Hal ini beliau lakukan agar kelak para santri mendapatkan ilmu yang bermanfaat dan barokah. Meskipun Pondok Al-Luqmaniyyah menyuruh santrinya tirakat tetapi proses pendidikan juga diperhatikan oleh beliau. Beliau selalu mengabsen para santri satu-persatu, sehingga antara tirakat dan pendidikan sejalan. Untuk beliau yang penting proses belajarnya.

Ciri khas dari Beliau Abah Naji adalah menganggap ngaji itu penting, tidak mudah meninggalkan mengajar didalam kelas. Apabila tidak bisa mengajar, beliau pasti sudah menyiapkan badal (pengganti) untuk mengajar. Untuk memberi hukuman kepada para santri, setidaknya beliau memarahi kalau tidak ngaji, dan disesuaikan tingkat pelanggaran santri, semisal ngantuk pada saat jam berlangsungnya pelajaran biasasnya akan dilempar dengan penghapus atau sepidol.

Dalam mendidik santrinya beliau menyuruh para santri untuk riyadloh, dapat menempatkan pada kehidupan sosial, dan peka terhadap lingkungan sekitar. Beliau sangat faham dengan para santrinya meskipun sntri tidak mengetahuinya. Kepekaan batiniah beliau lebih kuat daripada lahiriahnya. Beliau ingi mencetak santri yang tahan banting supaya dalam masyarakat dapat menempatkan dirinya dan tidak mudah terpengaruh. Beliau juga tidak menginginkan kesuksesan santrinya itu didapat secara instan. Berbeda lagi ketika beliau mendidik putra-putrinya dan masyarakat. Ketika mendidik putra putrinya kadang keras, kadang dengan sangat kasih sayang (menuruti apa yang mereka inginkan kemudian diberi nasihat). Tuntutan mengaji tetap ada tetapi tidak sekeras kepada santrinya.

Sedangkan dalam masyarakat, beliau memberikan solusi dan ikut andil didalamnya. Bagi meeka yang sedng punya masalah, seperti ketika ada orang yang bertamu dan mengungkapkan kalu dia tidak mempunyai pekerjaan lalu beliau memberi modal kepada tamu tersebut. Beliau memberi kasih sayang yang lebih dan yang penting tamu terayomi.

Ada banyak riyadloh yang Abah Najib aksanakan sampai akhir hayat beliau, setidaknya ada lima  bentuk riyadloh yang terlihat secara kasat mata. Pertama istiqomah beliau dalam segala hal ibadah. Dijelaskan bahwa Abah Najib tudak pernah meninggalkan majelis malam selasa meskipun dalam keadaan yang bagaimanapun. Beliau rela pulang hanya satu hari dari Kalimantan dalam rangka muktamar NU seluruh Indonesia dan kembali kesana lagi demi menghadiri rutinan majelis pengajian malam selasa.

Riyadloh kedua yang beliau lakukan ialah setiap malam beliau tidak pernah sare(tidur) sampa fajar tiba. Beliau selalu menerima tamu untuk mengobrol dan diskusi hingga fajar. Ketiga beliau selalu menghormati dan memuliyakan tamu yang berkunjung pada beliau tanpa membeda-bedakannya, bahkan setiap tamu pasti disuruh untuk dahar (makan). Keempat beliau selalu ziarah kemakam-makam Aulia’ pada hari-hari tertentu dan mengajak sebagian jemaah untuk ikut beliau. Dan yang terakhir Abah Najib masih ngrowot (tidak makan nasi) hingga akhir hayat beliau.

Ada empat wasiat yang beliau amanahkan sebelum beliau kembali kerahmat Allah. Pertama penerus Pondok Pesantran Al-Luqmaniyyah adalah putra pertama beliau yaitu Gus Muhammad Abdullah Falah dibantu oleh keluarga. Pada waktu itu Gus Muhammad Abdullah Falah baru berusia sebelas tahun (kelas 5 SD). Karena belum memungkinkan untuk menjadi pengasuh, maka pengasuh Pondok Pesantren Al-Luqmaniyyah sekarang dipegang oleh Ibu Nyai HJ. Chamnah Najib dibantu oleh keluarga.

Kedua, teruskan dan istiqomahkan majelis pengajian jamaah malam selasa. Sekarang pengajian malam selasa tersebut dipimpin oleh Kyai Nasiin dan Kyai Nur Charis. Beliau berdua merupakan kakak dan adik dari Al-Marhum Al-Maghfurllah KH.Najib Mamba’ul ‘Ulum alhamdulillah juga dibantu oleh Romo KH. Chudori Abdu Aziz yang merupakan moro sepah beliau (mertua). Majelis pengajian malem selasa tersebut alhamdulillah masih diistiqomahkan sampai sekarang dan insyallah akan terus diistiqomahkan seperti pesan wasiat beliau.

Wasiat yang ketiga ialah santri-santri Pondok Pesantren Al-Luqmaniyyah harus tetap meneruskan kegiatan Pondok Pesantren seperti biasa. Dan wasiat yang terakhir beliau teruskan dan istiqomahkan kegiatan rutinan maupun awrod (wirid-wirid) yang sudah dirintis dan dijalankan. Itulah empat wasiat yang sampaikan beliau pada saat beliau dirawat di RS PKU Muhammadiyyah Yogyakarta.

Abah Najib Mamba’ul ‘Ulum mengalami kecelakaan Dikabupaten Kudus pada saat ziarah Waliyaullah ke Jawa Tengah. Beliau dirawat di Rumah Sakit PKU Muhammadiyyah Yogyakarta selama empat hari. Dan beliau kembali kerahmatallah setelah melaksanakan operasi pada mustoko (kepala) beliau. Abah Najib Mamba’uk ‘Ulum wafat pada tanzulqo’dah 1432 H. Semua keluarga, santri, jamaah dan tamu tidak enyangka akan secepat itu akan dipangil Allah karena setelah dioperasi beliau terlihat segar bugar dan sehat, bahkan beliau sampai menghabiskan satu setengah buah apel dan beliau juga meminta rokok. Namun karena ruangan ber-AC maka beliau urungkan niat beliau untuk merokok. Dan beliau juga sempat memeluk Gus Falah dan Gus Masduq disisi kanan dn sisi kiri beliau.

Beliau Al-Marhum Al-Maghfurllah Abah Najib Mamba’ul ‘Ulum dimakamkan dikomplek pemakaman Cambahan Mlangi Kabupaten Sleman Yogyakarta. Semoga beliau diberi tempat yang paling mulia sisisi Allah Subhanahu WA Ta’ala dan semoga kami semua warga Pondok Pesantren Al-Luqmaniyyah diberi kekuatan dan keistiqomahan oleh Allah dalam melaksanakan wasiat beliau Abah Najib Mamba’ul ‘Ulum . Amien-Amien Ya Robbal ’Alamin

Kamis, 12 Mei 2016

KOPI DI PAGI HARI

Secangkir teh atau kopi hangat memang paling nikmat diminum saat pagi hari. Tapi ternyata bukan minuman yang paling baik dikonsumsi begitu Anda bangun dari tidur. Minum kopi, teh atau minuman berkafein lain sebaiknya tidak di pagi hari, tapi menjelang siang.

Para ilmuwan telah melakukan penelitian dan mendapatkan bahwa waktu paling baik untuk menikmati kopi/teh setiap hari adalah antara pukul 9.30 dan 11.30 siang. Sebab saat masuk ke dalam tubuh, kafein akan bereaksi dengan hormon kortisol yang membantu mengatur jam kerja tubuh dan meningkatkan kewaspadaan.

Saat pagi hari, hormon kortisol biasanya meningkat secara alami setelah bangun tidur dan levelnya akan tetap tinggi hingga beberapa jam kemudian. Hormon kortisol paling tinggi antara pukul 8-9 pagi, oleh sebab itu tidak perlu lagi mengasup minuman berkafein di waktu tersebut. Sebab minum kopi ketika level kortisol sedang tinggi-tingginya bisa membuat tubuh 'kecanduan'.

Di kemudian hari, tubuh akan 'meminta' jumlah kortisol yang lebih banyak lagi sehingga seseorang merasa harus minum kopi atau teh dulu agar tubuhnya lebih segar. Lama-kelamaan keinginan tubuh akan kafein meningkat dari hari ke hari dan memungkinkan Anda untuk minum kafein lebih dari satu gelas sehari. Seperti diketahui, terlalu banyak konsumsi kafein bisa memicu detak jantung yang akibatnya bisa kurang baik bagi kesehatan jantung.

Steven Miller, seorang ahli syaraf di Uniformed Services University of the Health Sciences di Bethesda, Maryland mengatakan, minuman berkafein akan lebih baik jika dikonsumsi setelah pukul 9 pagi untuk membantu menjaga produksi hormon kortisol tetap stabil. Tidak naik, juga tidak menurun.

"Salah satu prinsip kunci di dunia farmasi adalah menggunakan obat atau suplemen ketika dibutuhkan saja. Jika tidak, tubuh akan menjadi 'bertoleransi' terhadap obat itu dalam jumlah yang sama. Dengan kata lain, satu cangkir kopi yang sama di pagi hari akan terasa tidak terlalu efektif dan membuat Anda beralih ke espresso yang lebih kuat," ujar Steven, seperti dikutip dari Telegraph.

Steven menyimpulkan hal tersebut setelah menelaah bukti dan hasil penelitian tentang perubahan kortisol pada tubuh dalam satu hari. Kortisol adalah hormon yang diproduksi banyk ketika seseorang merasa stres. Fungsinya adalah mengubah cadangan energi menjadi glukosa sehingga bisa digunakan oleh sel-sel tubuh. Lonjakan energi yang dilepaskan di pagi hari akan meningkatkan kewaspadaan tapi di waktu yang sama juga menimbulkan rasa lapar. Seiring berjalannya waktu, level kortisol akan menurun dengan sendirinya sehingga kewaspadaan berkurang. Saat itulah khasiat minuman kafein akan lebih efektif.

Selain antara pukul 8 dan 9, hormon kortisol juga akan meningkat lagi saat siang setelah pukul 13.00, dan 17.30 hingga 18.30. Itulah sebabnya ketimbang pagi hari, minum kopi menjelang siang atau sore hari akan lebih baik. Sebab kopi bisa membantu mengimbangi jeda ketika level kortisol dalam tubuh menurun.

"Di pagi hari, minuman kopi Anda mungkin akan berguna paling efektif jika dinikmati antara pukul 9.30 dan 11.30, ketika tingkat kortisol menurun drastis sebelum meningkat lagi di siang harinya," saran Steven.

PUTRI MALU OBAT AMPUH MENYEMBUHKAN INSOMNIA

SETIAP orang pasti pernah mengalami insomnia. Insomnia sendiri adalah gejala kelainan dalam tidur berupa kesulitan dalam tidur berulang untuk tidur atau mempertahankan tidur walaupun ada kesempatan untuk itu. Penelitian menunjukan bahwa kurang lebih 1/3 dari orang dewasa pernah menderita insomnia setiap tahunnya. Keadaan ini dapat menurunkan kemampuan mencerna informasi yang membuat penderita mudah berubah perasaannya (moddy), dan bila keadaan ini terus dibiarkan, akan menyebabkan dampak pada tingginya tekanan darah, serangan jantung dan juga dapat mengganggu produktivitas kita dalam beraktivitas pada esok hari.

Insomnia paling sering disebabkan oleh beberapa faktor, seperti kondisi medis yang menyebabkan nyeri atau penggunaan zat yang memengaruhi tidur. Penyebab umum insomnia antara lain stres, gelisah, gugup, rasa takut menjelang tidur, dan biasanya semakin bertambah, mimpi buruk dalam setiap tidur, dan lekas marah.
Risiko insomnia ini kemungkinan lebih besar terjadi pada wanita karena perubahan hormon. Selain itu, orang yang sudah lebih berusia 60 tahun, mengalami stres, bekerja pada malam hari serta mengalami perjalanan jauh.

Untuk mengatasi masalah ini, beberapa individu menggunakan obat-obat yang mampu mempercepat induksi tidur dan memperlama waktu tidur (sedative-hipnotik), obat-obat tersebut dapat dikatakan berbahaya bagi tubuh.

Berdasarkan penelitian selama 12 tahun dan menganalisis lebih dari 12.000 data di Kanada, Dr Belleville menyatakan bahwa tingkat kematian signifikan serta lebih tinggi bagi pengguna pil tidur dan mereka yang mengkomsumsi obat untuk mengurangi kecemasan.

Selain itu, temuan lain dari efek samping obat tidur ini juga tidak bisa dianggap enteng. “Obat tidur dan obat anti kecemasan berpengaruh pada waktu reaksi dan koordinasi sehingga membuat seseorang lebih mudah jatuh dan kecelakan,” kaatanya.

Oleh karena itu kita bisa segera beralih menggunakan tanaman herbal. Dan salah satu tanaman herbal yang bisa dimanfaatkan untuk masalah tersebut adalah putri malu (Mimosa pudica Linn), yang tumbuh liar di pinggir jalan, lapangan, dan tempat terbuka yang terkena sinar matahari. Tanaman ini memiliki batang bulat berbulu dan berduri. Daun kecil-kecil tersusun majemuk, bentuk lonjong dengan ujung lanci, warna hijau tapi ada juga yang merah. Dan apabila disentuh akan menutup (sensitif-plant).

Menurut Drs. Alamsyah Agus, MM seorang herbalis sekaligus terapis Natura Health Center di Depok, Jabar, putri malu mengundang melatonin, mimosin, asam pipekolinat, tanin, alkaloid, saponin, triterpenoid, sterol, polifenol, dan flavonoid. Dan diduga bahwa zat dalam tumbuhan putri malu yang mampu menimbulkan efek relaksasi saraf di otak sehingga dapat menimbulkan efek sedasi adalah melatonin (hormon natural yang diproduksi tubuh untuk mengembalikan jam tidur biologis).

Hasil awal menunjukan bahwa putri malu dapat memengaruhi sistem syaraf pasien meskipun dalam skala yang ringan, yaitu berkurangnya serangan kejang pada tubuh mereka. Manfaat tanaman obat ini bagi sistem syaraf lainnya adalah memberikan efek penenang atau antidepressan, sebagaimana dibuktikan melalui riset yang lakukan oleh Universiutas Veracruz Meksiko.

Untuk memanfaatkan herbal yang tumbuh liar di semak-semak ini. Kita memnggunakan akar, batang, dan daunnya sebanyak 15-60 gr. Dan caranya adalah tanaman segar ini direbus dengan air secukupnya, kemudian diminum.

Selalin direbus, putri malu juga biasa dikeringkan dan dibungkus kain untuk dijadikan bantal. Aroma dari tumbuhan kering tersebut juga mampu membaut penderita terlelap.
Tetapi tak ada yang sempurna, disamping manfaat dari tumbuhan putri malu dalam hal pengomsumsiannya patut diperhatikan peringatan berikut:
1. Penggunaan akar putri malu dalam dosis tinggi dapat menyebabkan keracunan dan muntah-muntah.
2. Ibu hamil dilarang meminum rebusan tumbuhan obat ini karena dapat menyebabkan kematian pada janin.
3. Jika digunakan berturut-turut di atas 12 hari, pada banyak kasus menyebabkan gatal atau muntah.
Sebenarnya banyak tumbuhan di sekitar kita yang dapat dimanfaatkan semaksimal mungkin untuk tubuh kita. Tetapi,itu tergantung manusia itu sendiri bagaimana memanfaatkannya. Semoga putri malu untuk mengatasi insomnia/susah tidur dapat bermanfaat untuk kita semua.**

Sumber: Annisa Rana Riovani, mahasiswa Farmasi Universitas Padjadjaran Bandung,/Pikiran Rakyat*

MENGOBATI PENYAKIT HEPATITIS

Pengobatan untuk penyakit hepatitis yang bisa dilakukan salah satunya adalah dengan menggunakan obat antiferon. Biasanya suntikan antiferon ini direkomendasikan selama kurang lebih empat bulan. Keberhasilan dari pengobatan ini tergantung dari beberapa faktor yang termasuk juga dengan durasi infeksi Anda. Sekitar 50% oran dengan infeksi penyakit hepatitis B kronik setidaknya mendapatkan suatu manfaat parsial lewat pengobatan penyakit hepatitis interferon. Manfaat dari obat hepatitis ini bisa mencakup penurunan jumlah total virus dalam darah dan juga melambatnya kerusakan hati.
Saat melakukan pengobatan untuk penyakit hepatitis dengan menggunakan obat antiferon, tes darah yang dilakukan secara teratur untuk mengukur dari kadar enzim hati dalam darah acap kali dianjurkan. Tes-tes ini mengindikasikan apakah hati masih meradang atau apakah virusnya ini masih ada di dalam darah. Yang penting untuk diingat adalah bahwa tes bagi antigen permukaan hepatitis B mungkin akan positif selama beberapa minggu atau beberapa tahun setelah usainya pengobatan. Ini karena virus hepatitis B mungkin terus berada dalam darah dalam jumlah kecil. Juga pentinga yang perlu diingat adalah bahwa bahkan setelah infeksinya terkendali, hati masih membutuhkan waktu untuk menumbuhkan sel-sel sehat guna menggantikan sel-sel yang rusak atau hancur akibat dari infeksi hepatitis.
Pengobatan untuk penyakit hepatitis C kronik dilakukan dengan menggunakan interferon kemungkinan besar akan berlangsung lebih lama dibandingkan dengan infeksi hepatitis B. Bagi infeksi hepatitis C kronik, interferon ini biasanya direkomendasikan tiga kali dalam seminggu untuk durasi yang sekitar antara 12 bulan samoai 2 tahun. Seperti halnya bagi infeksi pengobatan yang lazim dilakukan.
Pengobatan untuk penyakit hepatitis untuk yang kronik dengan interferon bisa mengurangi resiko dari terjadinya penyakit sirosis atau penyakit kanker hati. Oleh sebab itulah. Penting bagi Anda untuk mengikuti nasihat dokter Anda dengan akurat.
Setiap obat pasti memberikan efek samping, untuk mengatasi efek samping dari obat antiferon ini bisa dilakukan dengan minum sejumlah besar air setiap harinya. Minumlah obat penghilang rasa sakit yang direkomendasikan oleh dokter Anda, jika rasa sakit pada tempat suntikan ini pada tubuh yang sangat parah.